Marlina Si Pembunuh Empat Babak

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sinopsis

Marlina adalah seorang janda yang sedang berkabung. Setiap hari ia membanting tulang untuk mengumpulkan cukup uang, demi membiayai ritual upacara pemakaman suaminya yang baru meninggal. Jasad suaminya diawetkan dan terbaring di ruang tamunya, menunggu waktunya dimakamkan. Markus, lelaki berperawakan besar dan kasar, mengetuk pintu rumahnya dan mengancam akan merampoknya dalam waktu setengah jam. Hal itupun terjadi. Marlina meracuni anggota kawanan perampok, dan menggoda Markus hingga birahinya bangkit. Saat berhubungan badan, Marlina memenggal kepala Markus lalu menjinjing kepalanya yang dibungkus kain ke dengan tujuan kantor polisi. Jarak antara satu rumah dan rumah yang lain di Sumba Barat bisa mencapai 10 hingga 20 kilometer, sehingga perjalanan Marlina terasa sebagai sebuah petualangan metaforis, di mana dia menemukan kekuatan diri dan kelahiran yang baru.

Sebentar lagi kita akan merayakan 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman penjajah.

Saat berbicara soal kemerdekaan, secara kolektif kita setuju bahwa kebebasan adalah unsur terbesar yang membangunnya.

Kebebasan memang sebuah kata yang sulit diterapkan karena setiap orang memiliki indikator kebebasan yang berbeda-beda.

Namun ada kebebasan esensial yang memang seharusnya menjadi hak setiap manusia, termasuk perempuan.

Perjuangan perempuan demi kebebasan tersebut digambarkan dengan apik dalam film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak karya sutradara perempuan Indonesia Mouly Surya pada tahun 2017.

Mouly berhasil mengungkapkan segala rintangan dan halangan yang perempuan Indonesia hadapi, terutama yang di pelosok, setiap harinya dalam tiap babak kehidupan.

Film ini menceritakan kisah Marlina (Marsha Timothy) yang hidup sendirian di tanah Sumba semenjak suaminya meninggal.

Masalah datang ketika gerombolan perampok datang ke rumahnya untuk merenggut apa yang dimiliki Marlina. Tak hanya harta, mereka juga menginginkan kehormatan Marlina.

Babak Pertama: Perampokan

Film dimulai ketika rumah Marlina didatangi oleh Markus, ketua gerombolan perampok untuk mengambil harta yang dimiliki Marlina.

Tak puas dengan itu saja, Markus juga mengatakan ia dan kawan-kawannya akan melakukan tindak kekerasan seksual pada Marlina.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (bahasa Inggris: Marlina the Murderer in Four Acts) adalah film drama cerita seru neo-Barat Indonesia tahun 2017 yang disutradarai oleh Mouly Surya, yang juga menulis skenario bersama Rama Adi. Film ini dirilis pada 16 November 2017 dan membintangi Marsha Timothy sebagai Marlina. Film ini didistribusikan ke 18 negara, termasuk di antaranya Amerika Serikat, Kanada, negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Sinopsis

Suatu hari di sebuah padang sabana Sumba, Indonesia, sekawanan tujuh perampok mendatangi rumah seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy). Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi, duduk di pojok ruangan.

Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly), yang ia penggal tadi malam. Marlina kemudian bertemu Novi (Dea Panendra) yang menunggu kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus kembali. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina.

Pemeran

  • Marsha Timothy sebagai Marlina
  • Dea Panendra sebagai Novi
  • Yoga Pratama sebagai Frans
  • Egi Fedly Sebagai Markus

Promosi

Cinefondation L’Atelier, sebuah project market yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival memilih Marlina The Murderer in Four Acts, proyek film terbaru dari sutradara Indonesia Mouly Surya sebagai satu dari 15 proyek film dari seluruh dunia yang mencari mitra co-produksi, agen penjualan, dan distribusi internasional. L’Atelier merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari festival film paling bergengsi di dunia ini. Tahun ini menandakan ke-69 kalinya festival yang diadakan di Prancis bagian selatan ini. Mouly Surya menjadi satu-satunya sutradara yang terseleksi dari Asia Tenggara tahun ini.

Cerita Marlina The Murderer in Four Acts ini ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi dengan ide cerita dari Garin Nugroho. Film ini diproduseri oleh Rama Adi dan Fauzan Zidni. Rumah produksi Cinesurya Pictures bekerjasama dengan Kaninga Pictures dalam proyek ini atas kesamaan visi untuk memproduksi film Indonesia yang berkualitas. Proyek Marlina The Murderer in Four Acts sebelumnya masuk seleksi Asian Project Market (APM) di Busan International Film Festival 2015, dan juga terpilih sebagai salah satu penerima Next Masters Support Program dari ajang Talents Tokyo 2015.

Marlina The Murderer in Four Acts adalah film Indonesia pertama yang mendapatkan subsidi bergengsi dari dua kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Prancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais.

Baca Juga: https://www.immigrationinfocanada.com/sinopsis-pengabdi-setan-jam-tayang-film-horor-tahun-baru/