Cerita Film The Three Musketeers: D’Artagnan, Ambisi Pemuda Paris Menjadi Prajurit Kerajaan Modern

The Three Musketeers – Film Perancis The Three Musketeers: D’Artagnan adalah sebuah film aksi dan petualangan. Penonton akan dibawa melalui berbagai alur cerita, mulai dari perkelahian, percintaan hingga gosip yang kerap dibagikan pasangan di film ini. Film yang disutradarai oleh Martin Bourboulon ini didasarkan pada novel mahakarya Alexandre Dumas tahun 1844, The Three Musketeers (Les Trois Mousquetaires). Para pemeran film ini akan memukau penontonnya, karena setiap karakter yang dihadirkannya membuat jalan cerita semakin berwarna. Jadi bagaimana ceritanya? Sebelum membahas ualasannya ada baiknya kita bermain slot mahjong terlebih dahulu karena menonton film dengan bermain mahjong ways lebih mengasikan, Berikut ulasannya.

Diadaptasi dari novel

Film yang diadaptasi dari novel ini berlatar masa pemerintahan Raja Louis XIII, tepatnya tahun 1627, dan cukup epik. Kali ini The Three Musketeers dihadirkan dalam dua bagian saga, dengan D’Artagnan sebagai tokoh utamanya.

D’Artagnan merupakan seorang pemuda yang berasal dari wilayah Gascony, tepatnya di barat daya Perancis. Ia sangat ambisius, bahkan rela mengorbankan dirinya hanya untuk mencapai tujuannya.

D’Artagnan Bermimpi Menjadi Musketeer

Dalam ceritanya Charles D’Artagnan selalu bercita-cita menjadi musketeers, yaitu prajurit modern yang dilengkapi musket yang bertugas di Kerajaan Perancis, khusus untuk melindungi raja dari musuh.

Saat mengincar posisi sebagai musketeer, D’Artagnan bertemu dengan tiga prajurit Three Musketeers yaitu Athos, Aramis, dan Porthos. Awalnya mereka dipertemukan untuk berduel untuk menunjukkan kekuatan masing-masing.

Namun ternyata duel yang semula direncanakan terpaksa batal karena diserang sejumlah orang. Akhirnya D’Artagnan, Athos, Aramis, dan Porthos bersatu untuk melawan serangan tersebut. Hingga akhirnya mereka memenangkan pertarungan dan menjadi sahabat.

Alur Cerita Tiga Musketeer: D’Artagnan

Setelah bertahun-tahun hidup damai dan damai, ternyata Kerajaan Perancis di ambang perang karena agama baru.

Saat itu Raja Louis XIII masih berkuasa, namun sayangnya ia tidak memiliki ahli waris untuk mewarisi seluruh tahta dan kekayaannya. Sementara itu, negara sedang terpecah belah karena ada agama baru yang mengintai di wilayahnya.

Untuk mempertahankan kerajaannya, raja hanya bisa mengandalkan menteri terkuatnya, Kardinal de Richeliu. Namun di balik itu semua, banyak pihak yang berbisik-bisik untuk mewaspadai ambisi sang Kardinal karena ditengarai haus kekuasaan.

Pada narasi awal, ketegangan semakin terasa, pada masa revolusi dan konflik ketika D’Artagnan memutuskan untuk pergi ke Paris. Dari sinilah petualangan dimulai, dilanjutkan dengan jalan cerita yang menceritakan tentang kerajaan-kerajaan di Eropa dan perseteruan yang diakibatkan oleh munculnya agama baru.

Perpaduan Tiga Bahasa dan Suasana Kerajaan yang Kuat

Perpaduan tiga bahasa yakni Inggris, Latin, dan Prancis menjadi daya tarik film ini. Penonton akan diajak mendengarkan berbagai aksen yang diucapkan dengan lancar sehingga membuat film ini terasa nyata.

Selain itu suasana kerajaan Perancis juga cukup kental. Penonton juga akan diajak menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Salah satunya adalah Istana Louvre yang menjadi salah satu lokasi syuting yang paling banyak disorot.

The Three Musketeers: D’Artagnan akan tayang perdana di bioskop pada (29/11/2023). Film ini bisa jadi rekomendasi tontonan akhir pekan, khususnya bagi Anda yang menyukai sejarah, romansa, dan petualangan. Meski begitu, film ini tidak disarankan untuk ditonton oleh anak-anak. Cukup banyak memuat adegan kekerasan, kata-kata kotor, bahkan adegan dewasa.